Lindungi Nasabah dari Risiko Kecurangan Pihak – Pihak Asuransi

OkeKlik – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengamanatkan lembaga jasa keuangan untuk mengedepankan prinsip perlindungan konsumen, khususnya memperlakukan konsumen secara adil dalam merencanakan, memasarkan, dan menggunakan produk di sektor jasa keuangan. Termasuk salah satunya bagi konsumen yang ikut asuransi bersama.

Tirta Segara, Anggota Dewan Komisioner OJK Bidang Edukasi dan Perlindungan Konsumen, juga mengumumkan rencana implementasi strategi penguatan pengawasan terhadap perilaku pasar, yang meliputi pengawasan terhadap perilaku lembaga jasa keuangan terhadap konsumennya, khususnya di pengembangan, pengumpulan dan transmisi informasi, mengadakan perjanjian produk dan/atau layanan, dan menyelesaikan perselisihan dan keluhan.

Perlakuan yang adil ini diperlukan agar setiap produk yang ditawarkan dapat dipahami oleh konsumen dari segi manfaat, biaya dan segala resikonya, guna melindungi konsumen dari potensi kerugian yang tidak terinformasi dengan baik.

Sejak lahirnya OJK, perlindungan konsumen menjadi salah satu prioritas utama, terbukti dengan diterbitkannya Peraturan OJK (POJK) yang mengedepankan prinsip-prinsip perlindungan konsumen berupa transparansi, perlakuan adil, keandalan, kerahasiaan dan keamanan data/informasi konsumen, serta penanganan pengaduan dan penyelesaian sengketa konsumen secara sederhana, cepat dan terjangkau.

OJK mendorong agar pengaduan dan sengketa konsumen diselesaikan oleh lembaga keuangan melalui Penyelesaian Usaha Jasa Keuangan (PUJK) atau melalui aplikasi Portal Pengaduan Konsumen (APPK) OJK,” ujarnya.

Apabila proses mediasi dengan PUJK tidak menyelesaikan sengketa, maka konsumen dapat menggunakan Lembaga Alternatif Penyelesaian Sengketa Sektor Jasa Keuangan (LAPS SJK) agar sengketa tersebut dapat diselesaikan secara objektif dan kepentingan terbaik. dari
kedua belah pihak, yang keputusannya bersifat final dan mengikat.

Setiap produk keuangan memiliki karakteristik risiko yang harus dipahami oleh konsumen dan dijelaskan dengan baik oleh OJK. Pada asuransi unit, risiko investasi berada pada pemegang polis, tergantung pada jenis dana investasi yang dipilih. Jadi konsumen harus membaca dan memahami kontrak dan mengkonfirmasi PUJK jika ada hal-hal yang mereka tidak mengerti.

“Kami akan memberikan syarat masuk saat menjual polis atau produk asuransi. Karena berdasarkan pengalaman kami, banyak keluhan konsumen yang tidak dapat diselesaikan karena kurangnya bukti baik dari konsumen maupun perusahaan asuransi. Selain itu, kami juga akan meminta ringkasan informasi produk dan layanan keuangan yang disajikan dalam bahasa yang sederhana namun memiliki cakupan yang lengkap.”

Tips Membeli Jenis Premi Asuransi Agar Tidak Menyesal

Seorang artis mengaku ditipu oleh perusahaan asuransi meski membayar mahal untuk mendapatkan keuntungan. Untuk melakukan ini, Anda tidak boleh melakukan kesalahan agar menyesal di kemudian hari.

Mengutip Otoritas Jasa Keuangan (OJK), memilih asuransi yang tepat sangat penting untuk perlindungan di masa depan. Namun, sebelum memilih asuransi, Anda harus terlebih dahulu memahami bahwa produk asuransi yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda, sehingga Anda tidak akan menyesal di kemudian hari.

Juru bicara OJK Sekar Putih Jarot mengatakan dalam memilih produk asuransi untuk perlindungan maksimal, pilihlah asuransi yang tepat sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda.

Calon pemegang polis perlu memahami manfaat, risiko, pertanggungan, proses klaim, pengecualian, serta hak dan tanggung jawab klien. “Perusahaan asuransi juga harus mengutamakan transparansi dalam memasarkan produknya,” kata Sekar di Instagram resmi OJK.

Berikut 7 tips memilih asuransi:

1. Pilih produk asuransi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan Anda, bukan karena Anda tertarik dengan promosi dan hadiah yang ditawarkan atau karena Anda memang harus melakukannya.

2. Pastikan perusahaan asuransi tersebut sudah memiliki persetujuan OJK dan agen asuransi yang digunakan adalah agen profesional yang memiliki sertifikat keagenan dan dapat membantu, menjelaskan secara detail dan mengurus kebutuhan asuransi kita kedepannya.

3. Ketahui kualitas perusahaan asuransi yang Anda pilih, terutama dalam hal layanan penyelesaian. Cari tahu dari riset online atau informasi dari kerabat dan teman.

4. Setelah Anda memilih produk dan perusahaan, pastikan untuk mengisi SPPA (Permohonan/Permohonan Pertanggungan Asuransi) atau SPAJ (Permohonan Asuransi Jiwa) secara lengkap, jujur ​​dan jelas serta tidak menandatanganinya kosong atau tidak lengkap.

5. Menanyakan secara rinci tentang manfaat yang diberikan, syarat-syarat yang dipersyaratkan dan pengecualian garansi, jika hal ini dapat menjadi alasan bagi perusahaan asuransi untuk menolak mengajukan klaim.

6. Membayar premi asuransi tepat waktu agar tidak terjadi keterlambatan (overdue) yang dapat mengakibatkan klaim tidak terbayar.

7. Jika polis diterima, baca dengan cermat polis dan semua lampiran yang diterima. Jika tidak sesuai dengan apa yang dikatakan agen, polis dapat dibatalkan atau dilakukan perubahan.

Leave a Reply

Your email address will not be published.