PANGANDARAN, OKEKLIK.com — Fenomena sebaran abu vulkanik akibat aktivitas gunung berapi perlu diwaspadai secara serius oleh masyarakat. Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Pandega Pangandaran mengingatkan bahwa abu vulkanik berbeda dengan debu biasa karena mengandung partikel tajam dan zat kimia yang berisiko memicu gangguan kesehatan.

​Partikel abu vulkanik yang terhirup atau menempel pada tubuh dapat menimbulkan berbagai gejala akut, mulai dari iritasi mata, tenggorokan tidak nyaman, batuk atau bersin berulang, hingga keluhan sesak napas yang berbahaya bagi fungsi paru-paru.

​Kelompok Rentan Paparan Abu Vulkanik

​Paparan abu vulkanik memiliki dampak yang jauh lebih berisiko bagi kelompok rentan tertentu. Manajemen RSUD Pandega mencatat setidaknya ada enam kelompok masyarakat yang perlu mendapatkan perlindungan ekstra saat terjadi hujan abu:

  1. ​Bayi dan anak-anak
  2. ​Ibu hamil
  3. ​Lansia (lanjut usia)
  4. ​Penderita asma
  5. ​Penderita penyakit paru kronis dan penyakit jantung
  6. ​Pekerja atau masyarakat yang sering beraktivitas di luar ruangan

​Bagi individu yang masuk ke dalam kelompok tersebut, kontak langsung dengan udara luar yang tercemar partikel vulkanik harus diminimalkan guna mencegah komplikasi pernapasan serius.

​Panduan Mitigasi dan Pencegahan Bahaya Abu Vulkanik

​Untuk mengantisipasi dampak buruk terhadap kesehatan, RSUD Pandega merilis panduan praktis yang dapat diterapkan masyarakat selama masa waspada abu vulkanik:

  • ​Batasi Aktivitas Terbuka: Kurangi mobilitas di luar ruangan dan pastikan pintu serta jendela rumah tertutup rapat.
  • ​Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Kenakan masker penyaring udara yang rapat, kacamata pelindung (goggles), serta pakaian tertutup dan sepatu saat terpaksa bepergian.
  • ​Perhatikan Keamanan Pangan dan Air: Tutup rapat seluruh wadah penyimpanan air bersih dan makanan agar tidak terkontaminasi debu silika.
  • ​Teknik Pembersihan yang Benar: Basahi area pekarangan atau permukaan berdebu dengan air terlebih dahulu sebelum dibersihkan agar abu tidak kembali berterbangan dan terhirup.
  • ​Hati-hati Berkendara: Turunkan laju kecepatan kendaraan dan tingkatkan kewaspadaan karena tumpukan abu dapat menyebabkan jalanan licin serta mengganggu jarak pandang.

​Akses Layanan Kesehatan Terdekat

​Masyarakat diimbau untuk segera mencari pertolongan medis apabila mengalami gangguan pernapasan, iritasi mata yang tak kunjung membaik, atau gejala batuk yang semakin parah.

​Bagi warga Kabupaten Pangandaran dan sekitarnya, RSUD Pandega membuka layanan kegawatdaruratan (IGD) yang siaga selama 24 jam di nomor (0265) 7503045. Informasi umum dan konsultasi layanan kesehatan juga dapat diakses melalui Information Center di nomor (0265) 7503044 atau layanan WhatsApp Humas di 0821-2005-6071.