JAKARTA — Badan Gizi Nasional (BGN) melakukan evaluasi menyeluruh terhadap jenis-jenis makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang ditemukan berpotensi memicu gangguan pencernaan pada anak-anak. Langkah ini diambil guna memastikan standar keamanan pangan (food safety) tetap terjaga dalam pelaksanaan program nasional tersebut.
Wakil Kepala BGN Nanik Sudaryati Deyang melalui keterangan resminya, Selasa (21/4/2026), mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil pemantauan tim investigasi dan pengawasan, terdapat beberapa jenis hidangan yang diidentifikasi menjadi penyebab kasus mual, muntah, hingga diare.
Risiko Kontaminasi Bakteri
Nanik menjelaskan, salah satu menu yang paling sering memicu gangguan pencernaan adalah soto. Masalah utama bukan terletak pada resep, melainkan pada prosedur penyajian kondimen.
”Sering terjadi karena kondimennya masih ada yang mentah, seperti kol, seledri, dan tauge. Selain itu, saat disajikan, air kuah yang ditaruh di tempat tersendiri sudah dalam kondisi dingin,” ujar Nanik sebagaimana dikutip dari Antara.
Kondisi kuah yang dingin saat disiramkan ke bahan sayuran mentah berpotensi memicu kontaminasi bakteri Escherichia coli (E. coli). Hal ini berdampak langsung pada anak-anak yang memiliki daya tahan tubuh rentan. Selain soto, menu nasi yang cepat mengalami fermentasi atau basi seperti nasi kuning, nasi uduk, dan nasi goreng juga masuk dalam daftar pengawasan ketat.
Higienitas Proses Pengolahan
Selain faktor suhu dan bahan mentah, BGN menyoroti lauk ayam suwir sebagai penyebab tertinggi kasus keracunan. Menurut temuan lapangan, risiko muncul akibat penggunaan bahan baku yang kurang segar serta proses pengolahan yang abai terhadap aspek higienitas.
”Proses menyuwir ayam sering dilakukan sejak sore hari untuk mengejar waktu distribusi tanpa menggunakan sarung tangan. Hal ini meningkatkan risiko kontaminasi,” kata Nanik menambahkan.
Evaluasi juga menyasar teknik memasak ayam bakar dan ikan panggang. Ditemukan adanya penggunaan alat pemantik api (torch) yang hanya mematangkan bagian luar daging secara cepat (karamelisasi), namun membiarkan bagian dalam tetap mentah. Tingkat kematangan yang tidak sempurna inilah yang memicu reaksi mual pada anak.
Penyesuaian Menu
Sebagai tindak lanjut, BGN memutuskan untuk tidak merekomendasikan jenis-jenis makanan tersebut dalam daftar menu MBG sementara waktu. Larangan ini berlaku hingga setiap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) memiliki tenaga juru masak yang andal dan tersertifikasi dalam tata cara memasak yang aman.
Langkah preventif ini diharapkan dapat meminimalisasi risiko kesehatan bagi para siswa penerima manfaat, sekaligus memastikan program Makan Bergizi Gratis berjalan sesuai dengan standar gizi dan kesehatan yang telah ditetapkan pemerintah.

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan