New York, Okeklik.com – Di tengah rangkaian Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di New York, negosiator dari Amerika Serikat dan Iran dilaporkan tengah menjajaki kesepakatan bertahap. Langkah diplomasi ini ditujukan untuk membuka kembali jalur pelayaran vital Selat Hormuz.

​Sebagai imbalannya, pihak Washington diharapkan dapat mencabut blokade maritim yang dipasang terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran. Perundingan tertutup yang dimediasi oleh pejabat Qatar tersebut menjadi upaya kedua negara keluar dari kebuntuan hubungan politik yang menegang selama beberapa bulan terakhir.

​Skema Kesepakatan dan Syarat Ketat dari Teheran

​Skema kesepakatan bertahap ini dirancang menyerupai nota kesepahaman yang sempat disepakati pada pertengahan Juni lalu. Meski demikian, kesepakatan sebelumnya hanya berujung pada gencatan senjata singkat sebelum akhirnya kembali runtuh.

​Poin krusial yang masih mengganjal proses negosiasi saat ini adalah persyaratan ketat yang diajukan oleh pihak Iran. Melalui Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi dan Presiden Masoud Pezeshkian, Teheran menegaskan bahwa navigasi di Selat Hormuz tidak akan dibuka secara bebas sebelum AS memenuhi sejumlah tuntutan:

  • ​Mencabut blokade laut secara total.
  • ​Mencairkan dana miliaran dolar milik Iran yang dibekukan.
  • ​Menghentikan aksi militer di berbagai wilayah regional.

​Optimisme Trump dan Ketegasan Gedung Putih

​Di sisi lain, respons dari pihak Amerika Serikat menunjukkan dinamika yang kompleks. Donald Trump menyatakan optimismenya bahwa kedua belah pihak sudah semakin mendekati kesepakatan. Pernyataan tersebut sempat memberikan dampak positif pada pergerakan pasar saham dan menekan harga minyak dunia.

​Meskipun ada nada optimistis, pejabat Gedung Putih menegaskan bahwa posisi AS saat ini cukup kuat berkat sanksi ekonomi serta blokade laut yang sedang berjalan. Sementara itu, Utusan Khusus Steve Witkoff mengonfirmasi bahwa putaran pembicaraan awal melalui mediator telah berlangsung cukup intensif dan menjanjikan harapan baru bagi stabilitas kawasan.