OKEKLIK.com, Jakarta – Fenomena “ketindihan” atau perasaan lumpuh saat tidur sering kali dikaitkan dengan narasi mistis. Banyak orang mengaku melihat sosok bayangan hitam atau merasa sesak napas seolah ada beban berat di atas dada. Namun, para ilmuwan memiliki penjelasan medis yang jauh dari kesan supranatural mengenai kondisi ini.

​Pengalaman traumatis ini salah satunya dialami oleh Melissa Austin, warga Worcestershire, Inggris. Ia menceritakan momen mengerikan saat dirinya merasa terbangun namun seluruh tubuhnya membeku.

​”Saya terbangun tapi tidak bisa bergerak. Seluruh tubuh saya membeku. Saya tidak tahu apakah saya sedang tidur atau bangun,” kata Austin seperti dilansir dari Daily Mail. Ketakutannya memuncak saat ia melihat sosok hitam besar merayap ke tempat tidurnya. Austin mencoba berteriak, namun tak ada suara yang keluar.

​Mekanisme Tubuh yang ‘Terputus’

​Dalam dunia medis, apa yang dialami Austin dikenal sebagai sleep paralysis atau kelumpuhan tidur. Studi dari perusahaan tirai Hillarys memperkirakan sekitar 980 ribu orang di Inggris pernah mengalami hal serupa.

​Lembaga kesehatan Inggris, NHS, mendefinisikan sleep paralysis sebagai ketidakmampuan sementara untuk bergerak atau berbicara saat transisi antara tidur dan bangun. Kondisi ini sering kali dibarengi dengan halusinasi visual yang terasa sangat nyata.

​Ilmuwan tidur dari Hillarys, Tom Coleman, menjelaskan bahwa fenomena ini terjadi akibat gangguan pada fase tidur REM (Rapid Eye Movement).

​”Selama tidur REM, otak sangat aktif, hampir seaktif saat kita terjaga, dan mimpi yang jelas terjadi,” ujar Coleman.

 

​Pada fase ini, tubuh secara alami masuk ke dalam mekanisme perlindungan yang disebut atonia REM. Mekanisme ini melumpuhkan otot-otot sukarela agar tubuh tidak bergerak mengikuti alur mimpi yang sedang dialami.

Sleep paralysis terjadi ketika kesadaran otak “terbangun” mendahului kesiapan fisik. Akibatnya, otak sudah terjaga namun tubuh masih dalam kondisi lumpuh khas fase REM. Hal inilah yang menyebabkan sisa-sisa gambaran mimpi muncul di dunia nyata sebagai halusinasi.

​Faktor Pemicu dan Penyebab

​Mengapa seseorang bisa mengalami ketindihan? Para ahli mengidentifikasi beberapa faktor utama yang mengganggu siklus tidur seseorang:

  • Kurang tidur atau jadwal tidur yang berantakan.
  • Gangguan psikis seperti stres berat dan kecemasan (anxiety).
  • Kondisi eksternal seperti jet lag atau pola kerja shift.
  • Posisi tidur, di mana beberapa penelitian menunjukkan ketindihan lebih sering terjadi saat seseorang tidur telentang.

​Cara Mencegah Ketindihan

​Meskipun terasa menakutkan, sleep paralysis umumnya tidak berbahaya dan bisa diminimalisir dengan memperbaiki pola hidup. Berikut adalah rekomendasi para ahli:

  1. Konsistensi Jadwal: Tidur dan bangunlah di jam yang sama setiap hari dengan durasi 7-9 jam.
  2. Higiene Tidur: Pastikan kamar gelap, sejuk, dan hindari penggunaan gadget sebelum tidur.
  3. Relaksasi: Lakukan meditasi atau latihan pernapasan untuk menurunkan level stres sebelum beristirahat.
  4. Ubah Posisi: Jika sering mengalami ketindihan saat telentang, cobalah mulai membiasakan tidur dalam posisi miring.

​Jika frekuensi ketindihan meningkat hingga mengganggu kualitas hidup atau menyebabkan ketakutan berlebih untuk tidur, para ahli menyarankan untuk segera berkonsultasi dengan dokter atau spesialis tidur.