BATANG – Kasus penyerangan terhadap bus rombongan Persib Bandung U-18 di Rest Area KM 360, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, memasuki babak baru yang mengejutkan.

​Pria berinisial BPA (33) yang menjadi terduga pelaku perusakan tersebut dinyatakan positif mengonsumsi narkotika jenis sabu dan ganja.

​Selain hasil tes urine yang positif, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti yang memberatkan, mulai dari alat isap sabu (bong) hingga beberapa botol minuman keras jenis arak Bali.

​Fanatisme Buta Berujung Jeruji Besi

​Kasatreskrim Polresta Batang, Kompol Bintoro Thio Pratama, mengungkapkan bahwa motif awal penyerangan ini didasari oleh fanatisme berlebihan terhadap klub sepak bola.

​”Motifnya karena fanatik,” tegas Bintoro pada Senin (12/10/2026).

​Meski demikian, pihak kepolisian memisahkan temuan konsumsi narkotika ini dari tindak pidana perusakan. Saat ini, penyidik masih terus mendalami peran pasti BPA dalam insiden pelemparan batu tersebut.

​BPA sendiri yang merupakan warga Kota Bambu Utara, Palmerah, Jakarta Barat, berhasil diringkus oleh kepolisian di Gerbang Tol Cikarang Utama saat ia sedang dalam perjalanan menuju Jakarta. Penangkapan ini merupakan hasil gerak cepat Satreskrim Polresta Batang bersama petugas PJR Tol Cikampek setelah menelusuri rekaman CCTV di tempat kejadian.

​Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita batu berukuran besar yang diduga kuat digunakan untuk memecahkan kaca bus, pakaian pelaku saat kejadian, serta alat isap dan botol miras.

​Kronologi Mencekam di Rest Area KM 360

​Insiden perusakan ini bermula ketika bus Bima Trans yang membawa rombongan pemain dan ofisial Persib U-18 berhenti sejenak untuk beristirahat di Rest Area KM 360 Batang pada Minggu (11/10/2026) sekitar pukul 21.27 WIB.

​Rombongan tersebut tengah dalam perjalanan pulang ke Bandung usai bertanding melawan Garuda United dalam ajang Elite Pro Academy (EPA) One di Solo.

​Nahas, di waktu yang bersamaan, melintas pula rombongan suporter Persija Jakarta yang sedang dalam perjalanan pulang usai menyaksikan laga melawan PSIM Yogyakarta.

​Situasi memanas ketika salah seorang dari kelompok suporter menyadari bahwa bus yang terparkir adalah rombongan Persib. Pria tersebut langsung memanggil rekan-rekannya. Tak lama berselang, hujan batu pun menghantam bus hingga menyebabkan kaca bagian kiri dan kanan belakang hancur lebur.

​Korban Luka dan Pencarian Pelaku Lain

​Akibat serangan membabi buta tersebut, Media Officer Persib EPA U-18, Pandu Persada (38), dilaporkan mengalami luka memar akibat kekerasan fisik.

​Tak hanya kaca pecah dan korban luka, sejumlah koper milik rombongan dikabarkan hilang di tengah kekacauan. Pihak kepolisian saat ini masih meminta ofisial Persib untuk melakukan pendataan pasti terkait barang-barang yang hilang.

​Untuk memastikan rombongan tiba di Bandung dengan selamat, manajemen Persibat turut turun tangan meminjamkan bus pengganti. Sementara itu, bus Bima Trans yang hancur kini diamankan di Mapolresta Batang sebagai barang bukti.

​Hingga kini, Polresta Batang menegaskan bahwa penyelidikan belum berhenti. Polisi terus memburu kemungkinan adanya pelaku lain yang terlibat dengan menyisir kembali bukti-bukti di lapangan dan rekaman CCTV yang tersisa.