JAKARTA – Komisi III DPR RI memberikan apresiasi tinggi terhadap skema pengamanan dan rekayasa arus lalu lintas selama periode mudik dan balik Lebaran 2026. Ketua Komisi III DPR, Habiburokhman, menilai koordinasi lintas instansi tahun ini berhasil menekan angka kecelakaan serta menjaga kondusivitas keamanan masyarakat.

​Menurut Habiburokhman, indikator utama keberhasilan ini terlihat dari penurunan tingkat fatalitas kecelakaan dibandingkan dengan data Lebaran 2025. “Penyelenggaraan mudik tahun ini menunjukkan hasil yang sangat positif. Angka kecelakaan bisa ditekan, artinya strategi pengamanan dan rekayasa lalu lintas berjalan sangat efektif,” ujarnya kepada wartawan, Kamis, 2 April 2026.

​Politikus Partai Gerindra ini juga menyoroti aspek Keamanan dan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas). Ia menilai, peningkatan intensitas patroli di wilayah yang ditinggalkan pemudik (Jabodetabek) maupun daerah tujuan mudik terbukti efektif menekan angka kriminalitas.

Efektivitas One Way dan Contraflow

Selain faktor keamanan, Komisi III menggarisbawahi manajemen arus lalu lintas di titik-titik krusial. Habiburokhman menyebut penerapan sistem one way dan contraflow di jalan tol mampu mengurai kepadatan secara signifikan, sehingga tidak terjadi kemacetan horor seperti tahun-tahun sebelumnya.

​”Jalur-jalur yang biasanya menjadi langganan macet parah kini lebih terkendali. Ini hasil kerja keras dan koordinasi yang baik antarinstansi serta personel kepolisian di lapangan,” tuturnya.

​Atas capaian tersebut, Habiburokhman secara khusus mengapresiasi kinerja Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dan Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho melalui Operasi Ketupat 2026. Meski demikian, ia meminta agar pola pengamanan ini tidak membuat aparat lengah dan terus melakukan penyempurnaan di masa mendatang.

​”Pola-pola pengamanan harus terus disempurnakan agar mudik semakin aman, nyaman, dan lancar bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya.