Islamabad – Kabar mengejutkan datang dari dunia diplomasi internasional. Wakil Presiden Amerika Serikat (AS), JD Vance, dilaporkan resmi bertemu dengan delegasi Iran di Islamabad, Pakistan. Pertemuan ini disebut-sebut sebagai momen bersejarah!
Dilansir Al Jazeera, Minggu (12/4/2026), Gedung Putih telah mengonfirmasi pertemuan tatap muka tersebut. Ini merupakan kontak tingkat tertinggi antara AS dan Iran sejak pecahnya Revolusi Iran pada tahun 1979 silam.
Pertemuan rahasia namun resmi ini berlangsung di Hotel Serena, salah satu lokasi dengan pengamanan paling ketat di Islamabad. Sumber menyebut perundingan berlangsung singkat, yakni kurang dari dua jam, namun dalam atmosfer yang positif.
Bahas Lebanon hingga Pencairan Aset
Apa saja yang dibahas oleh Vance dan utusan Teheran tersebut? Berdasarkan informasi yang dihimpun, ada dua poin krusial yang jadi pembahasan:
- Nasib Lebanon: Kabarnya ada titik terang terkait konflik di Lebanon. Operasi militer Israel disebut-sebut bakal dibatasi hanya di wilayah selatan dan tidak akan ada lagi serangan udara ke ibu kota Beirut.
- Aset Iran: Pihak Teheran disebut mendapatkan sinyal positif soal pencairan aset-aset mereka yang selama ini dibekukan oleh Amerika Serikat.
Dijaga Super Ketat
Meski informasi mulai bocor ke publik, proses negosiasi ini sejatinya dilakukan secara tertutup dengan pengamanan super ketat. Kedua belah pihak masih sangat membatasi pernyataan resmi kepada media.
Menariknya, lokasi pertemuan di Hotel Serena sempat menjadi sorotan. Sebab, hotel ini tak jauh dari lokasi Hotel Marriott yang pernah hancur akibat serangan bom dahsyat pada 2008 lalu.
Setelah pertemuan formal selesai, kedua delegasi dikabarkan lanjut mengobrol dalam sesi jamuan makan malam. Pertemuan informal ini diharapkan bisa benar-benar mencairkan ketegangan kedua negara yang sudah berseteru puluhan tahun.





Tinggalkan Balasan