Jumat kelabu di Kota Kembang. Hujan deras dan angin kencang tak hanya merobohkan puluhan pohon dan reklame, tapi juga memakan korban jiwa.

BANDUNG – Langit Kota Bandung yang mendung sejak Jumat siang, 3 April 2026, berujung petaka. Hujan deras yang disertai angin kencang melanda hampir seluruh sudut kota hingga sore hari, memicu serangkaian insiden hidrometeorologi yang fatal.

​Data kepolisian mencatat, amuk cuaca kali ini mengakibatkan puluhan pohon tumbang dan papan reklame roboh. Namun, dampak paling menyedihkan adalah jatuhnya korban jiwa. Seorang warga dilaporkan meninggal dunia di tengah situasi mencekam tersebut.

​”Satu orang meninggal dunia atas nama Diding Nuryaman, usia 45 tahun,” ujar Kepala Bagian Operasional Polrestabes Bandung, AKBP Asep Saepudin, saat dikonfirmasi pada Jumat sore.

​Hingga berita ini diturunkan, polisi masih mendata lokasi pasti dan kronologi detail yang menyebabkan Diding kehilangan nyawa. Namun, secara umum, pohon-pohon besar yang tak kuat menahan terjangan angin menjadi ancaman utama di jalanan Bandung sepanjang siang tadi.

Terjebak di Pasteur

​Selain korban jiwa, seorang pengemudi ojek daring (ojol) dilaporkan mengalami luka-luka di kawasan Pasteur. Saat hujan angin memuncak, sebuah pohon tumbang dan mengenai pengemudi yang tengah melintas di jalur sibuk tersebut. Korban segera dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan medis.

​Kawasan Pasteur memang menjadi salah satu titik terparah. Selain pohon tumbang, jarak pandang yang terbatas dan genangan air sempat melumpuhkan arus lalu lintas dari dan menuju gerbang tol.

Puluhan Pohon Meranggas

​Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana (Diskar PB) Kota Bandung bersama pihak kepolisian kini tengah berjibaku mengevakuasi batang-batang pohon yang melintang di badan jalan. Berdasarkan data sementara yang dihimpun kepolisian, jumlah pohon yang tumbang mencapai puluhan titik.

​”Evakuasi masih terus dilakukan untuk memulihkan arus lalu lintas,” tambah Asep.

​Pemerintah Kota Bandung mengimbau warga untuk tetap waspada, terutama saat hujan deras disertai angin kencang kembali melanda. Pohon-pohon tua dan papan reklame besar di protokol jalan kini dalam pengawasan ketat guna mencegah jatuhnya korban tambahan dalam siklus cuaca ekstrem ini.