KENDAL – Badan Gizi Nasional (BGN) akhirnya memberikan klarifikasi resmi terkait penemuan jenazah pria terborgol di Kendal, Jawa Tengah. BGN secara tegas membantah spekulasi liar di tengah masyarakat yang mengaitkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) dengan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Sebelumnya, publik digegerkan oleh penemuan sesosok mayat pria dalam kondisi terborgol di sebuah bangunan rumah di Desa Kebonadem, Kecamatan Brangsong, Kabupaten Kendal pada Selasa (5/10/2026). Bangunan yang menjadi lokasi penemuan tersebut ramai disebut-sebut oleh warga sebagai fasilitas SPPG.
Bantahan Resmi BGN: Bukan Gedung SPPG
Menanggapi informasi yang simpang siur, Juru Bicara BGN, Tysa Novenny, mengonfirmasi bahwa bangunan bercat dominasi putih dan biru muda itu sama sekali bukan fasilitas yang digunakan untuk dapur Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Berdasarkan hasil penelusuran dan koordinasi yang telah kami lakukan, bangunan tersebut bukan merupakan gedung SPPG dan tidak memiliki ID SPPG resmi,” tegas Tysa dalam keterangan tertulisnya kepada awak media pada Sabtu (10/10/2026).
Tidak Ada Aktivitas Program MBG di Lokasi
Lebih lanjut, Tysa juga memastikan bahwa rumah tersebut tidak pernah difungsikan sebagai dapur MBG. Bahkan, tidak ada satu pun mitra BGN yang mengklaim kepemilikan atas bangunan dimaksud.
“Di lokasi tersebut juga tidak pernah terdapat kegiatan maupun aktivitas yang berkaitan dengan Program MBG. Dapat kami tegaskan bahwa bangunan tersebut tidak memiliki keterkaitan dengan Badan Gizi Nasional maupun pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis,” tambahnya.
Tysa juga menegaskan bahwa bangunan itu bukanlah bagian dari gedung yang terdampak kebijakan moratorium pembangunan atau operasional SPPG. Dalam kesempatan yang sama, mewakili jajaran BGN, ia turut menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas peristiwa nahas tersebut dan mendoakan ketabahan bagi keluarga korban.
Kronologi Penemuan dan Fakta Penyelidikan Polisi
Misteri tewasnya korban berinisial DNA, yang merupakan warga Kaliwungu, bermula dari kecurigaan warga sekitar yang mencium bau busuk menyengat dari arah bangunan selama beberapa hari. Saat ditemukan, korban dalam kondisi terborgol dan terikat pada teralis besi jendela di lantai dua.
Dalam proses evakuasi, pihak kepolisian dari Polres Kendal menemukan sejumlah bercak darah di sekitar tubuh korban. Berdasarkan penyelidikan awal, polisi telah mengungkap bahwa penyebab kematian korban adalah akibat hantaman benda tumpul pada bagian kepala belakang.
Hingga saat ini, pihak kepolisian masih terus melakukan penyelidikan mendalam guna memburu pelaku dan mengungkap motif di balik kasus pembunuhan tersebut.





Tinggalkan Balasan